Workshop Kelas Blogger How To be a single traveler 

Foto by Adam Wicaksana
Agil Jolie membagikan pengalaman selama melakukan perjalanan keliling Afrika Utara dan kebeberapa negara di Eropa. foto by Adam Wicaksana

Kelas Blogger Edisi 13 mengadakan workshop How To be a single traveler dan traveling ke negeri orang dengan menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman melakukan perjalanan sendiri selama kurang lebih dua bulan mengelilingi Afrika Utara dan kebeberapa negara di Eropa yaitu Agil Jolie. 

Salah satu peserta Workshop How To be a single traveler dan traveling ke negeri orang di Nutrifood Inspiring Center. Foto by Adam Wicaksana

Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan pada hari Minggu,  18 Desember 2016 pukul 09.00 – 14.00 WIB yang bertempat di Nutrifood Inspiring Center (NIC) Apartemen Menteng Square Tower A no AR 17 Jalan Matraman No 30 E – Jakarta Pusat. 

Pada kegiatan kali ini Agil Jolie membagikan kisah perjalanan backpacker sendiri menjelajahi beberapa negara  di Eropa dan Afrika Utara. Selain membagi kisah kisah suka dan duka selama melakukan perjalanan, mas Agil juga memberikan Tips and Trick awal mula yang dipersiapkan untuk melakukan perjalanan, barang bawaan yang penting harus dibawa selama perjalanan dan membagi beberapa informasi penting Web dan aplikasi jejaring sosial yang ia gunakan selama melakukan perjalanan tersebut untuk mendapatkan tumpang tempat menginap gratis di Eropa. 

Pengalaman yang dialami dari kisah perjalanan yang dibagikan oleh mas Agil sangat menginspirasi saya untuk berani menggapai mimpi-mimpi saya untuk berani melakukan perjalanan backpacker sendiri. Pesan dari mas Agil yaitu, “Jangan pernah Takut dan Ragu untuk melakukan perjalanan sendiri walaupun berat dan tidak mudah tetapi kalo kita menjalani perjalanan sendiri kita akan jauh merasa bahagia karena selama perjalanan tersebut akan banyak menemukan begitu banyak manfaat dan pengalaman yang benar-benar dirasakan dan dialami oleh diri sendiri baik suka dan duka selama perjalanan. 

Peserta Kelas Blogger di kegiatan workshop How To be a single traveler dan traveling ke negeri orang

Jakarta 24 Desember 2016

Adam Wicaksana 
Instagram :@adamwicaksana12 

Twitter :@adamwicaksana 

Fb :Adam Wicaksana 

Advertisements

Food Photography


Food Photography merupakan salah satu foto yang saat ini sedang digemari banyak orang diakibatkan perkembangan media sosial seperti path, Instagram, Facebook dan lain sebagainya. Hampir semua orang berlomba-lomba memoto makanan yang hari ini sedang dimakan lalu segera di upload di path, Instagram, Facebook inilah ungkapan dari narasumber Marisa Djemat pada workshop Food Photography di Hotel Aston Rasuna Jakarta. 

Pengalaman moto makanan belum pernah, tapi kalo menikmati makanannya itu saya suka banget. Terkadang juga suka mikir dan merasa aneh ketika melihat orang yang pesan makanan disuatu tempat makan ketika makanannya disajikan bukannya langsung  di makan malah di foto foto doang bahkan sampai makanannya sudah dingin baru dimakan.  

Hal ini yang membuat saya penasaran dan tertarik untuk mencari tau melalui akun Instagram hasil foto-foto orang yang ahli di bidang Food Photography.  Ternyata tidak disangka hasil foto indah, cantik, unik dan bikin orang yang liat foto jadi laper.inilah yang membuat saya mencoba mencari tau dan belajar tentang bagaimana proses dibalik fotografi makanan 

Belajar Food Photography yang saya lakukan dengan menghadiri workshop pelatihan Food Photography dengan ahli-ahli yang kalo liat hasil fotonya luar biasa dan pengalamannya dibidang Food Photography sudah tidak diragukan lagi. 

Dari beberapa kali workshop Food photography yang pernah diikuti workshop yang dilaksanakan di Hotel Aston Rasuna kali  ini berbeda karena kita tidak hanya mendapatkan penjelasan tips and trick food photography yang di sampaikan oleh narasumber Marisa Djemat dengan membagi pengalaman dan membongkar proses sebenarnya dibalik hasil foto-foto nya yang sangat luar biasa, kita juga bisa langsung praktek memotret food dengan menggunakan objek menu makanan yang sangat spesial dan terbaru di sajikan oleh Mezza Resto, Bar & Lounge rekomendasi langsung buatan Luky Satriawan Executive Chef Aston Rasuna.

Menu-menu makanan yang disajikan diantaranya yaitu
1. Tuna Avocado Salad

Fresh tuna slice with fresh avocado, mix lettuce, drizzling with Italian dressing

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera xiaomi mi 4i)

 

2. Ciabatta Sandwich

Square ciabatta bread stuffed with fried egg, tuna mayo, black olive tapenade, tomato, onion, cucumber and lettuce served with homemade fries.

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera xiaomi mi 4i)

3. Seafood Chowder

Creamy thick seafood soup accompanied with toast pesto farmer’s bread

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera xiaomi mi 4i)

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera Canon 600D)

4.Penang Curry Laksa 

Spicy coconut curry seafood broth Noodle served with quail egg, fried tofu, prawn and fish cakes.

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera Canon 600D)

5. Mixed Grill Tenderloin, King Prawn, and Scallop 

Beef tenderloin, king prawn and scallop, served with grilled cherry tomato, sautéd asparagus, mashed potato and garlic butter sauce.

Foto by Adam Wicaksana (foto menggunakan kamera Canon 600D)

Sedangkan menu minumannya yaitu

1. Green Rasuna

Signature healthy drink consists of mixed of mustard, pineapple and lime juice.

2.The Poppy

Perfect combination of lime juice with pandan leaves and lemongrass and soda water.

Foto by Adam Wicaksana (dipotong menggunakan  kamera xiaomi mi 4i) 

Menikmati Sunrise di Karawang

image

Pantai Samudra Baru Karawang. Foto by Adam Wicaksana

Siapa yang sangka Karawang yang terkenal sebagai kawasan industri memiliki pantai yang memiliki pemandangan matahari terbit ketika pagi hari. Sekarang warga Jakarta, Bekasi, dan daerah disekitarnya tidak lagi perlu jauh-jauh pergi ke Banyuwangi, Lombok, Bali untuk menikmati matahari terbit dengan pemandangan laut karena di Karawang tepatnya di Jl. Raya Sungai Buntu, Cibuaya, Perdes, Kabupaten Karawang kita sudah bisa menikmatinya karena letak pantai ini langsung menghadap kearah timur.

Pantai Samudra Baru ini dapat dijangkau karena letaknya tidak begitu jauh sekitar 3 sampai 4 jam jarak yang ditempuh sekitar kurang lebih 40 km dari Jakarta dan akses jalan menuju pantai ini tidak sulit karena sudah banyak rumah-rumah warga disekitarnya. Namun , apabila ingin jalan menuju pantai ini terutama pada malam hari karena ingin mengejar sunrise harus hati-hati karena ada beberapa jalan yang berlubang dan lubangnya cukup besar dan dalam serta kurangnya penerangangan lampu terutama saat melebati daerah yang sekitar dekat daerah persawahan dan kebun-kebun milik warga.

Pantai Samudra Baru memiliki ombak yang tidak begitu besar sehingga aman untuk bermain anak-anak namun, jangan membayangi warna air laut pantai ini bening berwarna biru hijau seperti yang ada di Lombok, Banyuwangi, Raja Ampat karena wana air pantai ini berwarna coklat dan warna pasirnya juga tidak berwarna putih seperti pantai lainnya karena warna pasir pantai ini berwarna hitam, inilah yang membedakan dari kebanyakan warna pasir pantai lainnya yang dominan berwarna putih.   Apabila bermain ke pantai ini Tidak perlu khawatir kelaparan karena di daerah sekitar pantai sudah banyak tersedia  warung-warung makan yang menyiapkan berbgai jenis menu makanan.

image

Jadi buat kalian warga Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor yang ingin menghabiskan liburan ke pantai dan menikmati matahari terbit datanglah ke Pantai Samudra Baru Karawang. Tetapi ingat ketika datang ke tempat wisata di suatu tempat dan terutama wisata alam jangan sampai meninggalkan bentuk apapun terutama sampah dan juga dilarang keras membuat coret-coretan di tempat itu karena akan dapat mengotori tempat tersebut, yuk bantu menjaga objek wisata alam di Indonesia agar dapat dinikmati oleh anak dan cucu kita serta bisa kita kenalkan ke seluruh dunia kalo Indonesia itu Indah.

Fb Adam Wicaksana
Instagram @adamwicaksana12
Twitter @adamwicaksana12
Blog wicaksana12.wordpress.com dan kopasiana/adamwicaksana

TRIP TO HO CHI MINH VIETNAM

Perjalan trip kali ini jatuh pada negara Vietnam tepatnya di Ho Chi Minh city. Ho Chi Minh merupakan kota yang sangat menarik untuk di jelajahi hal ini terbukti dari banyaknya turis mancanegara yang saya jumpai disepanjang jalan Ho Chi Minh City.
Untuk mengetahui lebih dari kota ini maka saya dan kawan-kawan mencoba untuk mengeksplor kota ini secara langsung karena sebelumnya kami hanya membaca beberapa artikel di blog dan nonton youtube tentang kota ho chi minh. Agar mengetahui apa saja yang terdapat di Ho Chi Minh City.
Perjalanan eksplor ho chi minh dimulai dari hotel yang berada di jalan Yersin menuju phąm Ngū Lãu dengan berjalan kaki dan hanya berbekal peta dan kartu nama hotel yang diperoleh dari hotel secara gratis sebagai pegangan kami apabila kami kesulitan dalam menemukan jalan pulang untuk kembali ke hotel.
Di sepanjang jalan phąm Ngū Lãu banyak sekali wisatawan asing yang datang ke ho chi minh dan ini menandakan banyak destinasi menarik dari ho chi minh yang menjadikan magnet bagi touris mancanegara datang untuk mengeksplor. Salah satu dari touris tersebut adalah saya dan teman-teman saya yang dari Indonesia. Perjalanan di  phąm Ngū Lãu kita berhenti sejenak untuk makan malam di restoran yang namanya Pho quynh. Di tempat makan ini adalah tempat awal kita mencoba kuliner di Vietnam. Pesanan yang dipesan adalah makanan khas di sana dalam bentuk mie rebus untuk nama menu makanannya lupa. Dan minumannya yaitu cafe sűa dá yaitu minuman khas yaitu yang artinya es kopi susu.
IMG_4229
Restoran PHO QUYNH foto by Adam Wicaksana
20160201_181704
Cafe sűa dá harga 18.000d
Ketika kulineran di Vietnam harus berhati-hati apalagi untuk kita yang muslim karena akan sulit mencari tempat makanan yang mendapatkan atau mencantumkan lebel HALAL direstorannya, sulit bukan berarti tidak ada ya, ada namun hanya sedikit jumlahnya dan tempatnya lumayan jauh dari hotel hal ini karena negara Vietnam merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya non muslim sehingga banyak sekali di jual makanan yang menggunakan daging babi. Untuk mengatasi hal ini kalo saya dan kawan-kawan dengan cara yang aman yaitu mencari makanan yang menggunakan daging ayam (Gá), danging sapi (Bò), telur ataupun makanan seafood seperti ikan (cá), udang, dll. Hindari makanan yang mengandung daging babi (thịt heo). Serta yang terpenting sebelum menikmati makanan berdoa dan mengucapkan bismillah agar makanan daging yang dimakan menjadi halal (Insya Allah)
Setelah kenyang menyantap makan malam selanjutnya kami mencoba melihat dan menikmati suasana malam Ho Chi Minh City dengan berjalan kaki, tak perlu khawatir apabila berjalan kaki di daerah Ho Chi Minh karena disediakan trotoar tempat berjalan kaki yang sangat nyaman.
Berjalan kaki di kota dengan keramaian yang luar biasa padat dan hampir sama dengan Jakarta. Hampir disetiap sudut-sudut jalan banyak dipenuhi kendaraan motor dan mobil yang melintas dijalan karena di jam-jam segitu merupakan jamnya orang-orang pulang dari berkerja. Karena kepadatan tersebut saya disarankan oleh kawan saya yang sudah berpengalaman di Ho Chi Minh yaitu kita harus sangat berhati-hati apabila ingin menyebrang jalan apabila menyebrang harus melihat tengok kiri-kanan pelan-pelan jangan lari atau jangan buat gerakan yang sifatnya mendadak karena itu akan membahayakan diri kita sendiri, angkat tangan sebagai tanda ada orang yang ingin menyebrang dan yang terpenting menyebrang di zebracross yang sudah tersedia di jalan serta lebih baik menyebrang saat traffic led berwarna merah hal ini karena motor dan mobil disana sangat padat.
IMG_4816
IMG_4388
Perjalanan malam itu saya mulai pertama di taman chô viên tháng yang berada disepanjang jalan phąm Ngū Lãu. Di taman tersebut banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan mulai dari ada yang senam, lari-lari, olahraga, bermain, jalan-jalan, pacaran.
karena kedatangan kami bertepatan dengan menjelangnya perayaan lebaran Tết. Menurut wikipedia Tết adalah perayaan tahun baru di Vietnam. Tahun baru Tết merupakan hari raya terpenting di Vietnam yang sudah dirayakan sejak tahun 500 SM. Tahun baru Tết ditentukan berdasarkan perhitungan kalender Tionghoa dan banyak tradisi tahun baru Tết yang mirip dengan tradisi tahun baru Imlek. Hari raya Tết juga dirayakan bersamaan dengan tahun baru Imlek, walaupun tidak selalu dirayakan pada tanggal yang sama. Perbedaan zona waktu antara Hanoi dengan Beijing menyebabkan tanggal perayaan tahun baru Tết bisa terlambat 1-2 hari hingga di hari ke-3 bulan yang pertama. Orang Vietnam sudah bersiap-siap sejak beberapa minggu sebelumnya dengan memasak makanan istimewa dan membersihkan rumah. Dengan menyambut perayaan tahun baru Tết banyak dijual bunga-bunga dan berbagai pernak pernik untuk menyambut Tết di jual ditaman. Hampir disemua taman-taman yang ada di ho Chi Minh dihiasi dengan berbagai macam warna warni  bunga yang cantik-cantik.
Ditaman chô viên tháng sangat ramai pada malam hari tersebut karena banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan bunga-bunga yang menghiasi taman penjual pernak pernik Tết  ataupun menyaksikan hiburan yang ada.
IMG_4964
Salah satu hiasanya yang menurut saya cantik dan indah diantara bunga-bunga yang ada di taman yaitu adanya pohon jeruk yang banyak menghiasi sekitar taman. Menurut wikipedia.com pohon jeruk kumquat populer sebagai hiasan tahun baru Tết. Pohon ini berbuah banyak dan berwarna kuning oranye, sehingga menurut kepercayaan orang Vietnam menjadi lambang kesuburan dan kemakmuran untuk tahun yang baru.
IMG_4649
Perjalanan ini kami melanjutkan ke arah sungai Saigon. Dalam perjalanan kami melihat beberapa toko dan tempat makanan yang ramai dengan pengunjung dari informasi teman yang sudah lebih dahulu mengeksplor Ho Chi Minh dia mengatakan bahwa kebiasaan masyarakat Ho Chi Minh pada malam hari sangat suka duduk-duduk dikursi kecil dipinggir jalan berkumpul bersama kerabat untuk ngobrol sambil makan dan minum-minum bersama sambil melihat suasana jalanan dengan kendaraan-kendaran yang melintas.
Selama perjalanan kami memperhatikan tata kota yang sangat luar biasa mulai dari letak toko yang rapi, trotoar yang lebar sangat nyaman untuk pejalan kaki namun harus hati-hati terkadang ada motor yang melintas di trotoar karena jalan yang sedang macet. Selain trotoar lampu-lampu disepanjang jalan berkelap-kelip indah menghiasi Ho Chi Minh City.
Sesampainya kami di sungai Saigon kami melihat kota yang luar biasa karena sungai cukup bersih kenapa kok cukup ya masih ada di sisi pinggir yang kotor, dan  tata taman disekitar sungai menghiasi dipinggir bibir sungai. Di taman tersebut kami sejenak menghentikan langkah untuk istirahat,ketika sedang beristirahat melihat keseruan sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain. Jarang sekali melihat permainan tradisional secara bersama dimainkan ditengah kota besar dan gudget mereka ditinggalkan mereka lebih memilih bermain tanpa ada satu orang yang malu diliatin banyak orang. Ini sisi menarik yang saya liat.
Perjalanan dilanjutkan kearah Opera House. Namun karena sampai Opera House sudah pukul  23 jadi sudah tidak begitu ramai. Dari yang saya dapat dari blog kapasitas dari opera house tersebut sekitar 1.8000 orang dan dibangun pada tahun 1897. Merupak hasil karya arsitek Perancis bernama Ferret Eugene. Untuk menandai perayaan 300 tahun Ho Chi Minh City Opera House direnovasi besar hingga kemegahannya dapat dirasakan sampai sekarang.
IMG_4496
IMG_4507
Setelah dari Opera House kita lansung beranjak menuju City Hall yang terletak di Le Thanh Ton Street. Gedung ini tambah lengkap karena didepan gedung terdapat taman yang cantik dan berdiri patung yang menjadi icon dari kota ini yaitu patung Ho Chi Minh.
IMG_4553
IMG_4541
Keesokkan harinya masih mencoba jalan-jalan mengetahui sudut kota Ho Chi Minh sekarang kita hanya pergi kebeberapa tempat salah satunya di pasar Bēn Thãnh untyk mencari oleh-oleh sebagai hadiah untuk orang terdekat sebagai kenang-kenangan telah trip ke Vietnam.
Sanjutnya perjalanan kali ini untuk mencoba kuliner yang ada di Vietnam. Karena Vietnam juga terkenal dengan macam-macam kuliner yang beragam. Tapi saya tidak akan bahan lebih tentang kulinernya apa saja karena namanya susah diingat jadi saya lupa apa aja nama makanan yang dipesan.
Destinasi yang kami kunjungi terakhir yaitu Gereja Katedral. Karena kami datang pada malam hari jadi gereja sudah ditutup tapi kami hanya mengeksplor bagian bangunan dari luar saja dan disebrang jalan dari gereja terdapat patung bunda maria yang terdapat diarea taman.
Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat karena kaki telah lelah berjalan menyusuri kota Ho Chi Minh kami berhenti sejenak di Phąm Ngū Lão untuk duduk dipinggir jalan sambil minum juice untuk menikmati keramaian jalan malam di Ho Chi Minh City.
Perjalanan yang mengesankan karena diberi kesempatan menginjakkan kaki di kota Ho Chi minh. Sehingga banyak menambah pengalaman trip saya dan menambah teman ketika trip ini. Keseruan itu yang buat kita sendiri. Terus bergerak berjalan dan cari pengalaman terbaik karena dengan itu kita senantiasa bisa menghargai keragaman budaya, agama, suku, dan wisata selama perjalanan.
Adam Wicaksana
Ho Chi Minh City 1s/d 5 Febuari 2016
Travel star
Instagram @adamwicaksana12
twitter @adamwicaksana
facebook Adam Wicaksana
blog wicaksana12.wordpress.com dan kompasiana.com/adamwicaksana12

jejak perjalanan trip ke Gunung Prau 2565 mdol

  • 10259312_10205406123820217_1939760838040747200_o (1)Open trip ke Gunung Prau Dieng Wonosobo. Awalnya sih tidak begitu percaya saya bisa pergi ikut open trip naik gunung Prau bersama kawan-kawan tapi karena niat, keingunan dan harapan saya yang besar untuk bisa mengabadikan dalam frame foto di kamera saya yaitu  objek tebitnya sang surya mantari untuk menyinari bumi dipagi hari dan ditambah dengan pemandangan berbarisnya gunung sindoro dan sumbing seperti halnya gunung yang sering kita gambar apabila ada tugas menggambar waktu kita sekolah dulu.

ditambah foto-foto teman-teman di komunitas tOekangpoto frame Semarang yang waktu itu sempat mengadakan kopdar untuk motret milkyway dan matahari terbit. Dan pada kesempatan teedebut saya tidak bisa ikut hadir karena ada beberapa hal yg harus disiapkan untuk uas di kampus. Inilah yang menjadi motivasi saya selalu ingin dan ingin memotret di puncak gunung Prau.

open trip kali ini saya tidak sendirian karena saya di temani oleh rekan rekan seperjuangan dengan saya di kampus yaitu Tammy, Ambar, Desma, Iis, Maulida, Syifa. Selain mereka teman saya di kampus saya juga bertemu dengan rekan baru yang sama sama mengikuti trip ke Puncak Gunung Prau yaitu bang Hamdan alias Uthuy dia adalah pemandu dan orang yang bertanggung jawab atas perjalanan ini. Dan yang lainnya ada bang Amir, mba Eka ini temannya bang uthuy . dan ada abang kelas saya ketika di SMA  yaitu Bang Catur serta bang Bayu mereka berdua adalah sahabat sejati yang tidak bisa terpisahkan selalu bersama dimanapun mereka berada. Nai inilah personil kami 12 orang yang melakukan perjalanan open trip ke gunung Prau dieng wonosobo.

perjalanan trip ini tidak mudah karena banyak perjuangan tapi disinilah keseruannya yang menjadi kenangan dan cerita yang berbeda untuk kami di penghujung tahun 2015. Keverangkatan kami mulai pukul 15 seusai kami kuliah, bayangkan saja kami kuliah dengan menggendong gendong tas carrier yang isinya barang-barang kebutuhan selama trip disana. Pukul 15 kami berangkat dengan angkutan umum yang cukup padat menuju meeting point bertemu yang lain di terminal kampung rambutan. Sesampainya disana kami bingung mencari teman yang lainnya karena kami belum pernah ketemu sama orang-orang yang akan trip bareng ke Dieng. Perjuangan kami sebelum naik gunung masih ada yaitu bus yang kami naiki ke arah yang langsung ke terminal wonosobo sudah habis akhirnya kami memutuskan mau tidak mau kami harus naik bus yang arahnya ke terminal Purbalingga. Gepat pukul 18 lewat bus kami berangkat menuju terminal Purbalingga. Ketika malam hari tepat pukul 12 bus yang kami tumpangi mengalami kerusakan dibaguan gasnya yang nyangkut dan radiatornya bermasalah, tapi alhamdulillah bus kami bisa diperbaiki akibat kesolitan dari PO bus yang sama dengan bus yang kami tumpangi ingin membantu memperbaiki bus yang kami tumpangin.

sesampainya di terminal Purbalingga tepat pada pukul 3.00 dan melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus arah Semarang dan turun di wonosobo. Tepat pukul 6 kami sampai di kota wonosobo dan melanjutkan perjalanan langsung menuju dieng dengan menaiki bus angkutan lokal.

Sampai di dieng kami langsung siap siap bersih bersih dan ganti baju sarapan untuk mempersiapkan untuk melakukan perjalanan menuju puncak gunung Prau.

Perjalanan menuju puncak Prau kami menggunakan jalur yang landai melalui jalur dieng wetan karena teman-teman kami banyak yang perempuan dan rata-rata peserta kami baru pertama melakukan perjalanan untuk naik gunung jadi bang Uthuy memilih jalur dieng wetan. Tepat pukul 9.30 kami mulai perjalanan dengan semangat namun ada diantara teman-teman yang berpikir saya kuat atau tidak untuk sampai di puncak tapi pikiran tersebut terkalahkan dengan motivasi dan demangat kami yang tinggi untuk bisa sampai ke puncak dieng yang sudah kami damba-dambakan selama ini.

Perjalanan menaiki jalur dieng untuk sampai di pucak butuh perjuangan karena jalannya yang terus menaik dan ditambah lagi jalur pendakian masih tanah apabila hujan turun pasti akan licin banget.

alhamdulillah perjalanan kami trmpuj srlama 4 jam untuk sampai puncak gunung Prau 2565 mdpl. Dan selama 4 jam tidak terasa  walaupun lelah keringat bercucuran, napas ngos-ngosan, kaki pegal karena terus melangkah mendaki gunung, pundak pegal karena harus menggendong tas carrier yang berat. Tpa srmua itu tida terasa karena srlama perjalanan kami enjoy terasa dan sangat berkesan luar biasa karena kami terasa semakin akrab dan rasa persaudaraan kami satu sama lain, karena kalo ada satu orang yang bilang break karena lelah maka kami semuanya akan berhenti untuk istirahat, diperjalanan ini kami saling bantu membantu tolong menolong dan tidak ada satu orang yang egois walaupun mereka sudah terbiasa naik gunung tapi mereka tetap carr kepada kaean-kawan lain yang notabennya masih baru pemula untuk naik gunung.

Hujan dan kabut tebal menemani kami setelah kami berada di puncak. Sampai pada saat kami dari tim laki-laki membangun tenda untuk bermalam kami lakukan pada saat kondisi hujan lebat dan kabut. Dan tim perempuan siap siap didalam tenda yang sudah dibagun pertama kali untuk measak air panas untuk membuat minuman hangat karena suhunudara semakin dingin.

Hujan mulai berhenti namyn kabut tetap menghalangi pemandangan yang indah kami beharap nanti malam kamu bisa tahun baru dalam keadaan cuaca yang cerah agar kami bisa melihat keramean kota dieng dan wonosobo dari puncak gunung prau. mulai pukul 20 kabut perlahan menghilang sehingga terlihat dengan jelas gunung sindoro sumbing suasana malam hari. Namun, tak lama kemudia kabut mulaibturun kembali maka kami memutuskan untuk kembali kedalam tenda untuk bermalam dan bangungvtepat pada malam tahun baru. Namun karena kelelahannya kami semua dan udara yang dingin diluar maka kami memutiskan hanya didalam tenda dan melanjutkan tidur berselimutkan sleepingbag dan berbantal seadanya bahkan tidur dalam tenda bersama sama.

Disinilah kami terasa sangat bersyukur atas kenikmatan Allah yang diberikan selama ini bisa tidur di kasur, menggunakan batal yang empuk, pakai ac dan bahkan makan kami nikmat. Tetapi kami digunung jangankan makan yang enak kaya daging atau apapun tapi buat kami di gunung roti pun sangat berarti. Maka setelah kami turun kami akan senantiasa menghargai segala macam makanan tidak pilih-pilih makanan. Tidur dimanapun kami senantiasa menikmatinya.

Pada pagi hari hari alhamdulillah cuacar cerah dan kami bisa menikmati golden sunrise dari cahaya matahari. Dan melihat gunung sindoro dan sumbing berbaris semakin lengkap ketika matahari mulai perlaham lahan memunculkan diri disinilah kenikmatan yang sangat luar biasa. Hanya kata-kata Subhanallah dan rasa syukur yang kami ucapkan melihatnya. Inilah momen yang sangat saya rindukan untul bisa mengabadikan dalam lensa kamera.

kawan-kawan semuanya ini adalah cerita trip saya di gunung Prau dan menikmati Sunrise di gunung Prau 2565 mdpl. Yuk mari kita jaga wisata alam ini agar anak dan cucu kita kelak tetao bisa merasakan indahnya negara Indonesia.

 

PENGERAJIN TAMBANG

Tanpa sengaja saya mampir ke Brebes tepatnya di desa Kubangwungu kecamatan Ketanggungan awalnya sih bukan berniat buat ngtrip hunting foto atau apa tapi untuk mengantarkan mas yang mau melaksanakan akad dan resepsi pernikahan yang dilaksanakan di kediaman istrinya di  daerah tersebut.

Namun keesokan pagi dimana ketika orang-orang sedang sibuk mempersiapkan acara resepsi tapi namanya juga iseng saya main m-main keliling-keliling desa sekitar untuk melihat situasi desa dan juga ingin bercengkrama dengan warga sekitar. Yah tidak ada salahnya buat melakukan hal tersebut apalagi ada satu atau dua yang mungkin bisa dicapture oleh kamera untuk diabadikan. Karena buat saya sayang kalo kita dateng disuatu tempat yang baru atau didaerah tertentu kita hanya tidur istirahat yah sayang banget kalo mau tidur dan istirahat, kalo memang mau todur dan istirahat mah dirumah aja nanti. Sekarang mumpung pagi matahari belum begitu terik menyinari bumi ini.

Ditengah perjalanan langkah kaki pun terhenti sejenak ada hal yang unik yang dilakukan oleh warga sekitar ternyata hampir setiap warga di daerah Kubangwungu kec ketanggungan hampir setiap pagi sampai siang Kaum hawa alias ibu-ibu didaeah tersebut sedang melakukan kegiatan yang sama yaitu membuat tali untuk tambang kapal. Tak ada salahnya saya mendekati salah satu warga untuk mengkepoin sedikit tentang kegiatan yang dilakukan ibu-ibu disetiap rumah sambil bermodalan handphone samsung core 2 untuk sedik menjepret setiap kegiatan aktivitas si ibu dalam membuat tambang.

Ternyata memang di daerah Kubangwungu Kec. Ketanggungan Brebes sudah terkenal sebagai daerah mengerajin tanbang yang dikirim di berbagai daerah untuk di jual. Ada tang memang digunakan sebagai tambang kapal tapi kadang juga bisa dipakai untuk kegiatan 17 Agustus yaitu perlombaan tarik tambang. Wah ternyata sangat bermanfaat ya kerajinan membuat tali tambang dan lumayan untuk menambahkan pemasukan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan membuat tali tambang ini sudah dilakukan secara turun temurun dari nenek nenek mereka yang diwariskan kepada anak dan cucu-cucunya. Dan hebatnya yang melakukan kegiatan tersebut adalah ibu-ibu. Dan  kegiatan tersebut dilakukan disela-sela kegiatan kewajiban mereka sebagai ibu rumah tangga yaitu melakukam masak, nyuci, dan merapihkan rumah.

kalo yang saya liat hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak sebanding dengan seberapa lama proses pembuatannya dari yang hanya sehelai-helai benang yang tipis yang digulung sehingga menjadi tambang dan juga seberapa lama mereka melakukan untuk harus mengumpulkan sampai beratnya mencapai 1 kuintal atau sama saja 100 kg. Dan baru pada saat seberat tersebut dapat dijual dipabrik dengan harga 80.000/kw . Hem menurut saya sih tidak sebanding karena tingkat kesulitannya dan kesabaran dari pengerajinnya untuk mendapatkan tambang hingga berat 1 kw (100 kg) itu lama sekali. Untuk mengumpulkan tambangbyang beratnya sampai 1 kw tersebut mereka harus membuat bisa sampai 3 hari bahkan bisa seminggu lebih apabila sedang musim hujan. Hal ini karena mereka membuatnya menggunakan energi manusia yaitu dengan alat tangan mereka,walaupun sbenernya dipabrik juga sudah ada alat untuk membuatnya bahkan untuk ukuran yang besar sedangkan yang dibuat oleh pengerajin yang dengan hand made mereka yang ukurannya tidak trlalu besar.

Luar biasanya begitu sabarnya ibu-ibu yang ada disana bahkan mereka melakukannya dengan kebahagiaan tanpa sedikit rasa mengeluh yang tampak dari wajahnya. Kalo saya tanya ke ibu-ibu yang sedang membuat kerajinan tersebut apakah cukup bu 80.000 untuk kehidupan sehari-hari bahkan uang segitu bisa habis dalam jangka waktu sehari sedangkan untuk buat tambang bisa sampai 3 hari bahkan seminggu. Katanya mereka dengan kebahagiannya bilang “kalo dibilang kurang ya kurang tapi lumayanlah de buat jajan anak-anak dan buat beli bumbu dapur dan beli nasi beberapa liter. Tapi lagi-lagi yang saya rasakan mereka enjoy mengerjakannya sambil berbagi ceritanya kepada saya. Saya berpikir apakah karena kegiatan ini sudah mereka lakukan dari mereka masih kecil untuk membantu orang tua mereka sampai sekarang masih mereka lakukan sebagai pengisi waktu kosong mereka.

Tapi inilah satu pelajaran yang saya dapat dari warga Kubangwungu yang sangat mententuh hati saya. mereka tetap bahagia mereka tetap enjoy melakukan kegiatan membuat tambang walaupun dibayar dengan upah yang minim dan kesabaran dan ketabahan yang dilakukan mereka untuk meperoleh tambang sapai 1 kw.

semoga kegiatan kerajinan membuat tambang bisa terus dilakukan diwarisin ke ank-anak dan cucu-cucu mereka agar tidak punah.

jakarta 5 Desember 2015

 

Fb Adam Wicaksana

blog : wicaksana12.wordpress.com dam kompasiana/adamwicaksana

instagram @adamwicaksana12

 

Jpeg
Jpeg

Melukis jejak melalui tulisan dan foto